Postingan

Bahagia Itu. . .#1

Gambar
            Bahagia itu, melambaikan tangan ke se-kotak asrama sambil berteriak girang “daaaahgg sampai jumpaaaaaa……hi ha hi hi 3x”. Kendati sebatang badan gak bikin timbangan keberatan, tetap ketawa ketiwi menyusuri rute yang sepertinya dah berakar tunggang dalam otak kecil. Dah digusur gak pergi-pergi juga. Buktinya si orange pemikat hati dengan lampu depan always on , gak sempat kewalahan bin kesal muter-muter kesana kemari dibawa nyasar oleh nyonyanya seperti biasa.

Kejahatan Tuhan

Gambar
      Nilam berharap tak ada yang melihatnya menyelinap dalam gelap tepat saat TOA Masjid di kampungnya mengedarkan azan shalat Isya di udara. Kini gadis 22-an itu telah berhasil mengendapkan tubuhnya di belakang dua batang pisang tepi jalan. Tubuh cekingnya ternyata bermanfaat pada detik itu. Nilam pun berhasil memisahkan diri dari rombongan masyarakat desa di sepertiga perjalanan. Rombongan desa ini akan bertolak ke Masjid yang paling besar di kampung itu. Tradisi berombongan ke masjid untuk shalat Isya dan Tarawih ini sudah menjadi warisan yang melegenda. Tradisi yang kuno sekaligus menyusahkan bagi Nilam. Di balik dedaunan, Nilam menyaksikan tubuh rombongan kian lama kian mengecil. Tak terkecuali ayah dan ibu Nilam yang semula mengapitnya di permulaan langkah.                               ...

Sindrom Usia 25

Gambar
                  Di antara kita siapa yang akan curi start menikah lebih awal? Setidaknya itulah sepengggal percakapan main-main “Empat Hobiters” kala berseragam SMA dahulu. Tentu saja ini adalah pertanyaan yang mudah. Kita punya dua kandidat unggul yang tak perlu diragukan ketangguhannya. Haha, tak perlu kusebutkan dua kandidat itu, kuharap ingatan kita berempat masih sama. Mereka berdua nanti akan berpacu paling dulu, terserah mana yang dahulu bertemu jodohnya. Kita membicarakan hal tersebut seingatku 7 tahun silam dalam frekuensi yang lumayan banyak. Cerita itupun dibumbui dengan kado apa yang akan kita berikan nanti hingga rencana pertunangan anak-anak kita. Haha, kalau diingat-ingat pembicaraan itu, aku jadi malu sendiri. Ragu apakah itu lucu entah ngeri karena tak sadar kala SMA kita mantik juga.

Berkabar dalam Diam

Gambar
Pernahkah mendengar kata pepatah “kedekatan malah memperlebar jarak”. Bagaimana kita bisa memaknai sebuah kedekatan dan bagaimana pula kita memahami jarak? Apa mungkin dekat berarti tak berjarak sedang berjarak berarti tak dekat. Coba kita lihat kalimat dalam setiap tulisan atau paraghraf yang kita buat. Tak bisa kita rangkai menjadi dekat semua bukan? Kita tidak akan bisa membacanya. Jikalau bisa, kita akan bosan dan malah membuang tulisan itu. Salah cetak.

Alkisah Sebutir Jerawat

Gambar
            Lebih dari satu jam rasanya mereka membicarakan sebutir jerawat kecil yang teronggok begitu saja tanpa izin tepat di jidatku. Mereka menyebutnya bahwasanya jerawat tersebut adalah jerawat cinta. Cinta bersemi kepada seseorang yang sangat dikasihi. Begitulah kira-kira yang mereka ucapkan. Aku menggaruk pipiku yang tak gatal, mencoba membangun pertahanan. “Kalau ini jerawat cinta, bagaimana pula dengan orang yang punya banyak jerawat, apa berarti mereka punya banyak pacar?” sanggahku tak gentar.  “Oh tidak Bu, kalau itu mah namanya jerawat lemak.” Hoho… istilah baru nih, batinku. “Lantas, apa bedanya jerawat di jidat Ibu ini dengan jerawat lemak?” aku menengadahkan kepalaku, sepertinya pertanyaan yang kuajukan sangat menarik. “Bedanya Bu, jerawat cinta itu seperti jerawat di muka ibu saat ini. Sedangkan jerawat lemak bukan yang di muka ibu ini.” Mereka tertawa kegirangan. Aku mesem-mesem tak karuan. Kehabisan p...

Tutup Mata, Tutup Telinga, Cukup Buka Hati Saja

Gambar
            Aku menatap jadwal mengajar, bimbingan belajar olimpiade, ekstra kurikuler, les Bahasa Inggris untuk TK-SD dan kegiatan kemasyarakatan di meja kerjaku dengan takjub. Sama takjubnya ketika melihat tumpukan latihan Kimia dan Bahasa Inggris siswa yang belum kuperiksa, soal ujian Kimia kelas X dan Bahasa Inggris kelas XI serta bahan ajar Kimia dan Bahasa Inggris untuk kelas XII yang harus kukerjakan hingga melebihi batas dini hari. Ups ya, satu lagi beberapa proposal dan laporan pertanggung jawaban beraneka judul yang juga harus kutangani (Hohoho udah rangkap TU dan Bendahara Sekolah juga nih). Takjubku terhitung setiap hari. Untuk diketahui, masalah jadwal aku memang teramat tersangat dan ter very-very kewalahan. Mungkin siswa-siswa yang tidak sabaran bisa sangat jenuh berhubungan denganku karena banyak jadwal yang batal, diganti ke hari lain dan setiba di hari itu kembali batal karena Tuhan hanya menciptakan 7 hari ...

Mendaki, Berlari, Berhenti

Gambar
            Kami bersiap sejak pukul 6 tadi walau berbahagia jauh-jauh hari. Tas punggung, sepatu amphibi, baju kaos dan celana training, serta seperangkat makan siang dibawa tunai. Cuaca sangat bersahabat. Tak ada angin dan hujan lebat seperti beberapa hari terakhir di Meukek. Tak sabar rasanya menanti jam 8 nanti karena di jam itu, siswa-siswaku akan datang menjemput dan membawa kami menjelajah ke gunung. Gunung Meukek namanya kata mereka bersitegang kala itu. Sedang kami tetap bersikukuh bahwa itu Bukit Meukek dengan puluhan alasan ilmiah yang kami kemukakan. Mereka tidak mau terima karena nama itu sudah turun temurun dari nenek moyang kami, kata mereka. Kami tak percaya, tapi daripada anak-anak kecil ini menangis, kami lebih baik ikut menamai bukit yang akan kami naiki nanti dengan sebutan gunung. Dari pada acara ini batal saudara-saudara.