Cinta Sama Dengan Nol (21)
Cinta Sama Dengan Nol Penulis : Santi Syafiana, S.Pd Berpisah berpisahlah, tapi tidak hari ini. Asty memulai pidato perpisahannya dengan quote tersebut. Aura kesedihan dan kehilangan meliputi wajah guru dan siswa di ruangan tersebut. Sesekali Asty berhenti di beberapa bagian pidatonya. Ia seolah sedang mengumpulkan kesiapan yang tersisa dari dirinya untuk menyambut perpisahan. Beberapa anak menangis sesegukan. Asty menyemangati mereka bahwa berpisah bukan berarti tidak akan berjumpa selamanya. “Ayo bertemu kembali ketika kalian sukses,” pinta Asty yang disambut anggukan dari para siswa. “Ibu memang tidak mengajar di sini lagi namun ilmu yang pernah ibu berikan harap terus diaplikasikan demi impian yang pernah kita tulis bersama-sama dulu,” tambah Asty. Semuanya mengangguk-angguk lagi. Setelah acara perpisahan selesai, Asty dibawa anak-anak ke ruang belajar. Setiba di kelas mereka langsung membentuk barisan yang rapi. Miza dan Adit memetik senar gitar serentak. Alunan...