Postingan

Brownies Kukus Buatanku

Gambar
Brownies kukus Berhubung memiliki banyak waktu di rumah, aku bertekad untuk meningkatkan kemampuanku dalam memasak, terutama membuat kue. Aku sangat menyukai brownies. Selain karena aku penggemar coklat, rasa manis dan lembutnya brownies membuatku tak bosan memakannya. Aku sering membeli kue ini namun lama-lama boros juga. Harga brownies tidaklah murah. Selain itu, aku juga pernah menggigit secuil cangkang telur di dalamnya. Kalaulah dibuat sendiri pastilah kita bisa memastikan kebersihan kue yang kita buat. Jadi makanan yang kita konsumsi jadi lebih baik dan sehat. Aku pun mulai membuka-buka situs cookpad di gadget . Mencari resep membuat brownies yang tidak ribet (tanpa oven dan mixer, karena aku tak punya alat itu). Ternyata ada. Bahannya pun mudah didapat dan tidak banyak. Akan aku uraikan di sini bagi kamu yang tertarik mencoba. Alat Alat : 1.       Sendok pengocok telur 2.       Wadah 3.       Cetak...

RAK SERBA GUNA DARI BARANG BEKAS

Gambar
         Masa pandemi belum berakhir. Pembelajaran jarak jauh masih terus berlanjut. Saya yang mengampu mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Proyek perdana siswa-siswa saya adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi barang bernilai guna. Saya membebaskan mereka berkreasi apa saja selama itu menggunakan sampah plastik dan ada manfaatnya. Rak Serba Guna dari Barang Bekas Namun proyek itu tidak sampai di situ saja. Mereka saya minta membuat tulisan sederhana dengan bahasa yang santai dan ringan tentang proyeknya. Isi tulisan mencakup alat, bahan, langkah-langkah pengerjaan dan manfaat karya yang mereka buat. Meski beberapa siswa mengeluh untuk tidak usah menulis, saya tetap menerapkan tugas ini. Hal ini dikarenakan banyak anak memiliki potensi membuat sesuatu yang kreatif dan inovatif namun tidak bisa menjelaskannya kepada orang lain.  Kebanyakan, ide-ide mereka hanya tergambar dalam pikiran namun terbata dalam pe...

Menyulap Kantong Plastik Bekas Menjadi Polybag

Gambar
Siapa yang di rumahnya menumpuk kantong plastik bekas usai belanja di pasar atau mini market? Ketika berkunjung ke rumah teman keadaan ini jamak saya temui. Tidak di rumah saya saja ternyata. Kendati setiap belanja saya menyiapkan tas sendiri, setiap penjual tetap memberikan plastik untuk barang yang dibeli. Beragam belanjaan, berarti banyak pula plastiknya. Meski saya termasuk orang yang sering menolak diberi kantong plastik, kantong tersebut menumpuk juga. Karena memang ada belanjaan yang tidak boleh bercampur dengan jenis lainnya. Ditambah lagi kuantitas kita ke pasar atau mini market untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bisa dua sampai tiga kali seminggu. Bayangkan, berapa jumlah plastik bekas yang menumpuk di rumah dalam satu bulan saja! Gambar kantong plastik bekas yang menumpuk di sudut ruangan rumah  Sayangnya, banyak orang khususnya di sekitar lingkungan tempat tinggal saya yang tidak peduli dengan penanganan plastik bekas ini. Dikala jumlah mereka semakin banyak....

Cinta Merekah di Bumi Serambi Mekah

Gambar
Judul                    : Indonesia Kecil di Negeri Serambi Mekah Pengarang           : Abdurrahman Ali Penerbit               : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Versi e-book        : rumahbelajar.id Cetakan               : I, 2018 Tebal                    : 200 Halaman Pertama kali aku menginjakkan kaki di negeri serambi mekah ini adalah pada tahun 2011. Kala itu aku bersama kru Ganto , Surat Kabar Kampus (SKK) Universitas Negeri Padang (UNP). Kami mengadakan studi banding ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Detak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Mengenang Minang Lewat Sambalado Cangkuak

Gambar
Judul                   : Kuliner Langka Minangkabau Pengarang           : Gantino Habibi Penerbit               : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan                               Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Versi e-book        : rumahbelajar.id Cetakan               : I, November 2018 Tebal                    : 68 Halaman Orang Minang terkenal dengan budayanya merantau. Kebiasaan ini juga kuikuti. Walau bertumbuh di ranah Minang dari bayi ...

Sense Of Love

Gambar
Aku sudah lama tidak jatuh cinta. Sekira dua tahun lamanya. Agar aku tidak lupa rasanya cinta, adikku menyarankan agar sering-sering tidak membawa kelengkapan berkendara saat melewati jalur tertib lalu lintas. Kata dia, jantung yang deg-degan tak seirama saat polisi mendekat, menginterogasi lalu menilang, itulah yang dinamakan cinta. Aku membenarkan begitu saja. Apalagi temanku juga mengingatkan kalau bisa jadi indra pencintaku tumpul atau mati rasa. Kedengarannya jadi semakin mengerikan. Bisa-bisa aku divonis stadium akhir jika tidak segera menajamkan kembali indra yang sangat penting ini. Oleh karena itu, aku mengubah genre buku bacaanku dengan tema cinta-cintaan. Semoga menjadi salah satu cara yang manjur dan efektif untuk mengobati penyakit ini. Sambil bersenang-senang tentu saja.

Yang Mampu Membunuhmu

Gambar
“Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri”. Koleksi ke-empatku dari buku karya Bernard Batubara. Kali ini judulnya membuatku menduga-duga. Dalam kondisi not delicious body aku membuka halaman pertama masih dengan hati menduga-duga. Aku rasa aku akan mencium anyir darah, air mata dan luka yang mendalam usai membaca. Sesuatu yang tak kutemukan dalam buku sebelumnya. “Milana” dan “Surat untuk Ruth” bertema penantian panjang akan cinta. Tentang harapan yang bergelantungan sebab cinta. Begitupun dalam “Cinta.” ada cinta berbunga dengan ending tidak membuat kesal. Buku ini masih dengan topik sama walau sepertinya akan mengulik sisi gelapnya tanpa ampun.